Lebih Dari Teman - Cerfans #1

Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi waktu Jakarta. Aku sudah terbangun sejak subuh tadi, untuk menunaikan ibadah shalat subuh dan bersiap menyambut hari pertama ku bersekolah di tingkat Menengah Atas. Letaknya masih di Jakarta, tepatnya di pinggir Kota Jakarta, sekolah Menengah Atas yang awalnya tidak ku idam-idamkan. Namun aku tetap mensyukur apa yang telah terjadi dalam hidupku, termasuk bersekolah di tempat yang sekarang aku duduki.
Aku terduduk dikursi panjang, dekat lapangan sekolah. Sekarang aku sudah berada disekolah baruku, setelah tadi berangkat menggunakan sepeda motor tuaku melewati kondisi pagi Jakarta yang macet.
“Hai, boleh aku duduk?” Sapa pria dihadapanku.
Aku tidak langsung menjawab pertanyaannya. Aku melihat tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala terlebih dahulu.
“Boleh. Silahkan duduk.” Jawabku
“Boleh kenalan?”
“Boleh. Aku Rama. Kamu?”
“Namaku Abi. Kamu dari tadi disini?”
“Iya, dari awal dibangun sekolahnya.” Candaku sedikit, mencoba lebih mencairkan suasana.
“Wah lama juga ya kamu disini. Hahaha.” Jawabnya sambil tertawa.
“Hahaha.” Akupun ikut tertawa jadinya.
Bel masuk pun berbunyi, dan kita berdua masuk ke kelas kita masing-masing. Dari perkenalan itu, aku mengenal Abi hingga sekarang.  Pertemanan yang dimulai dari meminta tempat duduk di lapangan sekolah. Sungguh kisah pertemanan yang tidak aku duga.
Saat aku memasuki sekolah tingkat menengah atas, sebenarnya aku sudah memiliki seseorang yang spesial. Seseorang yang aku cinta dan sayang. Dan kita sudah menjalin hubungan sejak masa sekolah menengah pertama. Dia adalah teman sekolah dasar ku. Yang awalnya hanya teman biasa, hingga saat masa-masa akhir sekolah dasar timbullah rasa suka sama suka diantara kita. Kala itu, memang kisah cinta kita hanya sekedar “cinta monyet”, “cinta-cintaan”. apalah itu namanya,  yang biasa terjadi pada anak seusianya. Namun, dari masa-masa “cinta monyet” itu berlalu, aku bertumbuh dewasa dan memasuki masa-masa sekolah menengah atas, kita mencoba menjalin hubungan yang lebih baik, yang bukan hanya sekedar “cinta monyet”. Aku mencoba sebaik mungkin menjadi seorang pasangan baginya, yang bisa selalu bersamanya walau sekolah yang kita jalani berbeda.


To be Continue...

Komentar

Postingan Populer