Pulang bersama Bulan - Bulan dan Bintang #2
Kalau dihitung-hitung, gua dan Bulan
udah kenalan sejak 1 bulan yang lalu. Dari setelah kita ketemu di kantin waktu
itu, gua sama Bulan gak pernah ketemu secara langsung dalam waktu yang lama. Paling
hanya sekedar lewat atau sedang pas-pasan
bertemu dijalan, itu juga hanya sebentar, hanya sekedar saling sapa lalu pergi
lagi. Selama satu bulan itu, komunikasi gua sama dia juga gak begitu intens
tapi juga gak begitu jarang, standar aja komunikasi kita. Karena Bulan juga
cukup sibuk dengan organisasi yang dia ikuti dan gua... gua sibuk dengan dunia
gua sendiri, yaitu bikin puisi, sajak, cerita-cerita pendek, ya pokoknya hal-hal
seperti itu yang sering gua lakuin. Tapi sore itu, dari parkiran kampus, gua
lihat seorang perempuan yang jalan menuju gerbang kampus dan otomatis karena
posisi gerbang itu ada didekat parkiran, maka dia pasti akan melewati parkiran.
Dia melewati gua yang udah siap untuk pulang dengan motor yang udah siap jalan.
Siapa perempuan yang gua lihat itu? Iya benar, Bulan lah perempuan itu.
“Hai, kak Bintang.” Bulan menyapa gua,
yang dimana sekarang dia dan gua sudah berhadapan posisinya.
“Hai, Bulan.”
“Mau pulang ya kak?”
“Iy...iya, Bulan.” Entah kenapa,
terkadang gua suka gugup untuk menjawab pertanyaan Bulan.
“Pulangnya ke arah mana kak?”
“ke daerah timur sana... Hehehehe.”
“Loh kita searah dong hahaha. Yaudah ya
kak, aku duluan, aku naik angkot soalnya. Bye,
Kak Bintang.” Bulan pergi meninggalkan gua dan nunggu angkot di depan gerbang
kampus.
“Iya, bye, Bulan... yang cantik.” Gua berani bilang gitu, karena Bulannya
udah jauh dan gamungkin denger omongan gua.
Setelah berbincang singkat sama Bulan
itu, gua kembali siap-siap dan bergegas untuk pulang. Akhirnya gua menuju
keluar kampus dan ngelewatin tempat Bulan nunggu angkot. Dan gua rasa, Bulan
udah cukup bosan nunggu angkot yang gak lewat-lewat, dan juga dia terlihat khawatir
takut kehujanan karena cuaca saat itu udah mendung.
Komentar
Posting Komentar